Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
-
Sepenggal Kisah Raja di Tanah Bentayan yang Tersohor dengan Sebutan Datuk Batuhampar
Foto diambil dari buku ”Pendekar Mursalim”, karya Sudarno Mahyudin. Dulu kabarnya daerah ini terdapat seorang raja berkuasa, tepatnya di Ben...
READ MORESepenggal Kisah Raja di Tanah Bentayan yang Tersohor dengan Sebutan Datuk Batuhampar
zaid
06.03
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Technology
All Collections
Flickr Images
Popular Posts
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
![]() |
Foto diambil dari buku ”Pendekar Mursalim”, karya Sudarno Mahyudin.
Dulu kabarnya daerah ini terdapat seorang raja berkuasa, tepatnya di Bentayan yang masuk wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Kisah ini tertulis sebelum daerah ini manjadi daerah kekuasaan Siak. Ini dari tambo bertuliskan Arab Melayu yang sampai kini diwariskan secara turun-temurun.
Tak jelas nama kerajaannya, tetapi nama sultan dan makamnya masih ada sampai sekarang. Kisahnya ini bermula dari Tengku Syarif Ali, pangeran kerajaan Samudra Pasai. Ia pergi meninggalkan Kerajaan Pasai setelah kisruh dengan keluarga, tak jelas juga motifnya. Lalu ia terdampar di desa bernama Pembatang.
Kedatangan Syarif disambut baik warga tempatan. Termasuk Datuk Rantaubenuang—Datuk satu-satunya di Pembatang—ia langsung menawarkan agar Syarif Ali bermukim di daerah ini. Halima Putih, salah satu putrinya, kemudian ia nikahkan dengan Syarif Ali.
Ini mungkin dugaan kuat ada kerajaan kecil, sebab Syarif Ali berasal dari keturunan raja. Tapi yang jelas sampai saat ini Syarif Ali tersohor dengan sebutan datuk, ia diberi gelar Datuk Batuhampar.
Sebutan ini muncul karena dalam hikayatnya ketika salat Ia sering mengunakan batu besar, bekas perahu yang digunakan. Desa Pembatang yang menjadi tempat tinggalnya sekarang disebut pula dengan Bukit Datuk Batuhampar.
Kisah tentang Datuk Batuhampar ini pun tak terkuak jelas, tambo peninggalan situs sejarah sudah banyak rusak. Tapi benda-benda peninggalan Datuk Batuhampar masih bisa ditemukan. Seperti tongkat, pedono (tempayan), lelo (meriam kecil), dan keris. Ada beberapa benda warisan yang hilang seperti baju besi, pedang, ikat pinggang emas dan gong. Kabarnya dulu sering diincar kolektor barang antik dari luar negeri.
Sayang tak banyak ternukil dari kisah kerajaan ini, tapi tulisan ini hanya mengkabarkan khazanah negeri ini sangat kaya. Kita saja yang lupa dengan khazanah daerah sendiri dan selalu membiarkan ditelan zaman. ***
Sumber : bangasbersorak.blogspot.co.id![]() |
Foto diambil dari buku ”Pendekar Mursalim”, karya Sudarno Mahyudin.
Dulu kabarnya daerah ini terdapat seorang raja berkuasa, tepatnya di Bentayan yang masuk wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Kisah ini tertulis sebelum daerah ini manjadi daerah kekuasaan Siak. Ini dari tambo bertuliskan Arab Melayu yang sampai kini diwariskan secara turun-temurun.
Tak jelas nama kerajaannya, tetapi nama sultan dan makamnya masih ada sampai sekarang. Kisahnya ini bermula dari Tengku Syarif Ali, pangeran kerajaan Samudra Pasai. Ia pergi meninggalkan Kerajaan Pasai setelah kisruh dengan keluarga, tak jelas juga motifnya. Lalu ia terdampar di desa bernama Pembatang.
Kedatangan Syarif disambut baik warga tempatan. Termasuk Datuk Rantaubenuang—Datuk satu-satunya di Pembatang—ia langsung menawarkan agar Syarif Ali bermukim di daerah ini. Halima Putih, salah satu putrinya, kemudian ia nikahkan dengan Syarif Ali.
Ini mungkin dugaan kuat ada kerajaan kecil, sebab Syarif Ali berasal dari keturunan raja. Tapi yang jelas sampai saat ini Syarif Ali tersohor dengan sebutan datuk, ia diberi gelar Datuk Batuhampar.
Sebutan ini muncul karena dalam hikayatnya ketika salat Ia sering mengunakan batu besar, bekas perahu yang digunakan. Desa Pembatang yang menjadi tempat tinggalnya sekarang disebut pula dengan Bukit Datuk Batuhampar.
Kisah tentang Datuk Batuhampar ini pun tak terkuak jelas, tambo peninggalan situs sejarah sudah banyak rusak. Tapi benda-benda peninggalan Datuk Batuhampar masih bisa ditemukan. Seperti tongkat, pedono (tempayan), lelo (meriam kecil), dan keris. Ada beberapa benda warisan yang hilang seperti baju besi, pedang, ikat pinggang emas dan gong. Kabarnya dulu sering diincar kolektor barang antik dari luar negeri.
Sayang tak banyak ternukil dari kisah kerajaan ini, tapi tulisan ini hanya mengkabarkan khazanah negeri ini sangat kaya. Kita saja yang lupa dengan khazanah daerah sendiri dan selalu membiarkan ditelan zaman. ***
Sumber : bangasbersorak.blogspot.co.id![]() |
Foto diambil dari buku ”Pendekar Mursalim”, karya Sudarno Mahyudin.
Dulu kabarnya daerah ini terdapat seorang raja berkuasa, tepatnya di Bentayan yang masuk wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Kisah ini tertulis sebelum daerah ini manjadi daerah kekuasaan Siak. Ini dari tambo bertuliskan Arab Melayu yang sampai kini diwariskan secara turun-temurun.
Tak jelas nama kerajaannya, tetapi nama sultan dan makamnya masih ada sampai sekarang. Kisahnya ini bermula dari Tengku Syarif Ali, pangeran kerajaan Samudra Pasai. Ia pergi meninggalkan Kerajaan Pasai setelah kisruh dengan keluarga, tak jelas juga motifnya. Lalu ia terdampar di desa bernama Pembatang.
Kedatangan Syarif disambut baik warga tempatan. Termasuk Datuk Rantaubenuang—Datuk satu-satunya di Pembatang—ia langsung menawarkan agar Syarif Ali bermukim di daerah ini. Halima Putih, salah satu putrinya, kemudian ia nikahkan dengan Syarif Ali.
Ini mungkin dugaan kuat ada kerajaan kecil, sebab Syarif Ali berasal dari keturunan raja. Tapi yang jelas sampai saat ini Syarif Ali tersohor dengan sebutan datuk, ia diberi gelar Datuk Batuhampar.
Sebutan ini muncul karena dalam hikayatnya ketika salat Ia sering mengunakan batu besar, bekas perahu yang digunakan. Desa Pembatang yang menjadi tempat tinggalnya sekarang disebut pula dengan Bukit Datuk Batuhampar.
Kisah tentang Datuk Batuhampar ini pun tak terkuak jelas, tambo peninggalan situs sejarah sudah banyak rusak. Tapi benda-benda peninggalan Datuk Batuhampar masih bisa ditemukan. Seperti tongkat, pedono (tempayan), lelo (meriam kecil), dan keris. Ada beberapa benda warisan yang hilang seperti baju besi, pedang, ikat pinggang emas dan gong. Kabarnya dulu sering diincar kolektor barang antik dari luar negeri.
Sayang tak banyak ternukil dari kisah kerajaan ini, tapi tulisan ini hanya mengkabarkan khazanah negeri ini sangat kaya. Kita saja yang lupa dengan khazanah daerah sendiri dan selalu membiarkan ditelan zaman. ***
Sumber : bangasbersorak.blogspot.co.id
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Labels
Search This Blog
Archive
Random Posts
Recent Posts
Recent in Sports
Header Ads
Labels
Products
#GusDur #Sejarah
#pahlawan #sejarah #bapakproklamator #1945 #pejuangNKRI
#UAS
#Ulama
1000 Komunitas Bagansiapiapi
aksi kemanusiaan
Artikel
Bagansiapiapi
Bencana
Berbagi
Budaya
Cerita
Dewan Kesenian Kecamatan Bangko
Dunia
FPI
g30s PKI
Galang dana
Gempa
Guru
Hijrah
Ilmiah
Info Lomba
Islam
Kemanusiaan
Kisah Rosul
KNPI
Melayu
Millenial
Musik
Palestina
Pemerintah
Pengertiang Kata
Peristiwa
PKI
Politik
Rokan Hilir
Sejarah
Sejarah Islam
Tokoh Masyarakat
Tokoh Muslimah
Tsunami
Ulama
Ulama uas
Umar Bin Khattab
Wisata Religius
World Clean Up Day
Category
- #GusDur #Sejarah
- #pahlawan #sejarah #bapakproklamator #1945 #pejuangNKRI
- #UAS
- #Ulama
- 1000 Komunitas Bagansiapiapi
- aksi kemanusiaan
- Artikel
- Bagansiapiapi
- Bencana
- Berbagi
- Budaya
- Cerita
- Dewan Kesenian Kecamatan Bangko
- Dunia
- FPI
- g30s PKI
- Galang dana
- Gempa
- Guru
- Hijrah
- Ilmiah
- Info Lomba
- Islam
- Kemanusiaan
- Kisah Rosul
- KNPI
- Melayu
- Millenial
- Musik
- Palestina
- Pemerintah
- Pengertiang Kata
- Peristiwa
- PKI
- Politik
- Rokan Hilir
- Sejarah
- Sejarah Islam
- Tokoh Masyarakat
- Tokoh Muslimah
- Tsunami
- Ulama
- Ulama uas
- Umar Bin Khattab
- Wisata Religius
- World Clean Up Day

