Belajarlah dari Embun Pagi Jika Masih Saja Mengeluh Dengan Kondisi Saat Ini - KLIKOKE
  • Belajarlah dari Embun Pagi Jika Masih Saja Mengeluh Dengan Kondisi Saat Ini

    Embun pagi tak pernah memilih di mana dirinya akan terbentuk. Embun pagi pun tak pernah memilih pada dedaunan mana akan berpijak.
    Embun itu begitu sederhana, tak berwana, dan dapat berubah bentuk sesuai apa yang dilaluinya. Itulah yang membuat dedaunan begitu menyukainya.

    Bisakah kita belajar dari sebuah embun? Belajar untuk bisa menerima dengan sukacita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
    Juga bisa hidup sederhana tanpa diselimuti dengan kebohongan belaka. Tentunya Tuhan menyukai hati kita yang sederhana namun kaya akan kasih.
    Kita belajar untuk bisa memberikan kesejukan dan kehidupan bagi hati yang gersang. Belajar untuk bisa menempatkan diri kita dengan baik ketika sedang berada di lingkungan sekitar agar kehadiran kita tidak menyakiti orang lain.
    Tidak perlu menjadi pribadi lain untuk bisa memikat hati Tuhan. Menjadi diri sendiri dan datang kepada Tuhan apa adanya. Tuhan tidak pernah mencari apa yang kita miliki selama di dunia, Ia hanya mencari hati kita.
    Sudahkah hati kita sejernih embun?

  • You might also like

Technology

Flickr Images

Embun pagi tak pernah memilih di mana dirinya akan terbentuk. Embun pagi pun tak pernah memilih pada dedaunan mana akan berpijak.
Embun itu begitu sederhana, tak berwana, dan dapat berubah bentuk sesuai apa yang dilaluinya. Itulah yang membuat dedaunan begitu menyukainya.

Bisakah kita belajar dari sebuah embun? Belajar untuk bisa menerima dengan sukacita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Juga bisa hidup sederhana tanpa diselimuti dengan kebohongan belaka. Tentunya Tuhan menyukai hati kita yang sederhana namun kaya akan kasih.
Kita belajar untuk bisa memberikan kesejukan dan kehidupan bagi hati yang gersang. Belajar untuk bisa menempatkan diri kita dengan baik ketika sedang berada di lingkungan sekitar agar kehadiran kita tidak menyakiti orang lain.
Tidak perlu menjadi pribadi lain untuk bisa memikat hati Tuhan. Menjadi diri sendiri dan datang kepada Tuhan apa adanya. Tuhan tidak pernah mencari apa yang kita miliki selama di dunia, Ia hanya mencari hati kita.
Sudahkah hati kita sejernih embun?

Embun pagi tak pernah memilih di mana dirinya akan terbentuk. Embun pagi pun tak pernah memilih pada dedaunan mana akan berpijak.
Embun itu begitu sederhana, tak berwana, dan dapat berubah bentuk sesuai apa yang dilaluinya. Itulah yang membuat dedaunan begitu menyukainya.

Bisakah kita belajar dari sebuah embun? Belajar untuk bisa menerima dengan sukacita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Juga bisa hidup sederhana tanpa diselimuti dengan kebohongan belaka. Tentunya Tuhan menyukai hati kita yang sederhana namun kaya akan kasih.
Kita belajar untuk bisa memberikan kesejukan dan kehidupan bagi hati yang gersang. Belajar untuk bisa menempatkan diri kita dengan baik ketika sedang berada di lingkungan sekitar agar kehadiran kita tidak menyakiti orang lain.
Tidak perlu menjadi pribadi lain untuk bisa memikat hati Tuhan. Menjadi diri sendiri dan datang kepada Tuhan apa adanya. Tuhan tidak pernah mencari apa yang kita miliki selama di dunia, Ia hanya mencari hati kita.
Sudahkah hati kita sejernih embun?

Embun pagi tak pernah memilih di mana dirinya akan terbentuk. Embun pagi pun tak pernah memilih pada dedaunan mana akan berpijak.
Embun itu begitu sederhana, tak berwana, dan dapat berubah bentuk sesuai apa yang dilaluinya. Itulah yang membuat dedaunan begitu menyukainya.

Bisakah kita belajar dari sebuah embun? Belajar untuk bisa menerima dengan sukacita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Juga bisa hidup sederhana tanpa diselimuti dengan kebohongan belaka. Tentunya Tuhan menyukai hati kita yang sederhana namun kaya akan kasih.
Kita belajar untuk bisa memberikan kesejukan dan kehidupan bagi hati yang gersang. Belajar untuk bisa menempatkan diri kita dengan baik ketika sedang berada di lingkungan sekitar agar kehadiran kita tidak menyakiti orang lain.
Tidak perlu menjadi pribadi lain untuk bisa memikat hati Tuhan. Menjadi diri sendiri dan datang kepada Tuhan apa adanya. Tuhan tidak pernah mencari apa yang kita miliki selama di dunia, Ia hanya mencari hati kita.
Sudahkah hati kita sejernih embun?

 Belajarlah dari Embun Pagi Jika Masih Saja Mengeluh Dengan Kondisi Saat Ini

Belajarlah dari Embun Pagi Jika Masih Saja Mengeluh Dengan Kondisi Saat Ini

Embun pagi tak pernah memilih di mana dirinya akan terbentuk. Embun pagi pun tak pernah memilih pada dedaunan mana akan berpijak.
Embun itu begitu sederhana, tak berwana, dan dapat berubah bentuk sesuai apa yang dilaluinya. Itulah yang membuat dedaunan begitu menyukainya.

Bisakah kita belajar dari sebuah embun? Belajar untuk bisa menerima dengan sukacita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Juga bisa hidup sederhana tanpa diselimuti dengan kebohongan belaka. Tentunya Tuhan menyukai hati kita yang sederhana namun kaya akan kasih.
Kita belajar untuk bisa memberikan kesejukan dan kehidupan bagi hati yang gersang. Belajar untuk bisa menempatkan diri kita dengan baik ketika sedang berada di lingkungan sekitar agar kehadiran kita tidak menyakiti orang lain.
Tidak perlu menjadi pribadi lain untuk bisa memikat hati Tuhan. Menjadi diri sendiri dan datang kepada Tuhan apa adanya. Tuhan tidak pernah mencari apa yang kita miliki selama di dunia, Ia hanya mencari hati kita.
Sudahkah hati kita sejernih embun?

 Belajarlah dari Embun Pagi Jika Masih Saja Mengeluh Dengan Kondisi Saat Ini

Belajarlah dari Embun Pagi Jika Masih Saja Mengeluh Dengan Kondisi Saat Ini

Embun pagi tak pernah memilih di mana dirinya akan terbentuk. Embun pagi pun tak pernah memilih pada dedaunan mana akan berpijak.
Embun itu begitu sederhana, tak berwana, dan dapat berubah bentuk sesuai apa yang dilaluinya. Itulah yang membuat dedaunan begitu menyukainya.

Bisakah kita belajar dari sebuah embun? Belajar untuk bisa menerima dengan sukacita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Juga bisa hidup sederhana tanpa diselimuti dengan kebohongan belaka. Tentunya Tuhan menyukai hati kita yang sederhana namun kaya akan kasih.
Kita belajar untuk bisa memberikan kesejukan dan kehidupan bagi hati yang gersang. Belajar untuk bisa menempatkan diri kita dengan baik ketika sedang berada di lingkungan sekitar agar kehadiran kita tidak menyakiti orang lain.
Tidak perlu menjadi pribadi lain untuk bisa memikat hati Tuhan. Menjadi diri sendiri dan datang kepada Tuhan apa adanya. Tuhan tidak pernah mencari apa yang kita miliki selama di dunia, Ia hanya mencari hati kita.
Sudahkah hati kita sejernih embun?

Labels

Facebook

Search This Blog

Archive

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Header Ads

test

Labels

KLIKOKE

Smartphones

RUANGBACA

Author Name

Recent Reviews

Produk Lainnya

Subscribe Us

Produk Terlaris

Mengenai Sudut Pandang : Kisah Ayah, Anak dan Seekor Unta

Gambar diambil dari google Dikisahkan pada zaman dahulu di negeri Padang Pasir, ada seorang Bapak beserta Anaknya akan pergi ke kampung halamannya di kota seberang. Untuk sampai ke tempat tujuan, mereka harus melewati empat kota yang berbeda.Bapak dan Anak ini menaiki Unta yang merupakan satu-satunya alat transportasi yang ada disana pada saat itu. Maka ketika mereka sudah siap untuk pergi, keduanya langsung menaiki unta dan memulai perjalanannya. Langkah demi langkah dilalui  Setelah jarak yang mereka tempuh sudah agak jauh, Maka tibalah mereka sampai di kota yang pertama. Ketika sedang melintas terdengar orang-orang di kota tersebut membicarakannya. Mereka berkata bahwa Bapak dan Anak ini tidak mempunyai rasa kasihan kepada binatang, karena Satu ekor unta di naiki oleh dua orang. Maka setelah keluar dari kota pertama sang bapak pun turun dari unta, Sekarang hanya anaknya saja yang naik unta sedangkan sang Bapa berjalan sambil menuntun unta. Perjalananpun dilanjutkan hingga tidak ...
[blogger]